PERJUMPAAN MISTISME JAWA DENGAN ISLAM - Jurnal

10 Months lampau, Wed, Sep 25, 2019, 17:42:29
PERJUMPAAN MISTISME JAWA DENGAN ISLAM - Jurnal
Mistisisme sufi dan relasi transaksi dagang itu dua instrumen taktis yang efektif merekatkan masyarakat yang rawan konflik horizontal. Kepulauan nusantara itu manusianya seolah damai di permukaan, tapi menyimpan bakat konflik di akar rumputnya. Pengetahuan peta konflik ini jarang dipahami orang-orang terdidik yang jarang bertransaksi dengan akar rumput, dan mereka gemar sekali mengadopsi sistem protokol negara lain, yang beda karakter manusianya. Sufi dan pedagang membutuhkan kesetaraan dan kepercayaan antar pihak, sedang politik dan hukum menekankan subjek dan objek, pemerintah dan diperintah, jika paradigma mendasar ini tidak dipahami, bara yang tertutup sekam itu pasti akan terbakar dan susah padam. Sering-sering berdagang sambil minum kopi bersama, pahami kosmologi masyarakat, daripada menghakimi yang tampak di permukaan dan penampilan. Kalau melihat brutalnya konflik di Timur Tengah, India-Pakistan, Afrika Barat, dan Balkan, ogah rasanya itu kejadian di Indonesia. Kalau bisa dicegah sambil minum kopi, itu lebih baik daripada menghakimi yang nisbi. *Wukir Mahendra*

Komentar